3 Hal Utama Bagi Busui (Ibu Menyusui) Yang Mau Menurunkan Berat Badan

Dietela menyajikan 3 hal perlu diperhatikan bagi busui (ibu menyusui) yang ingin melakukan penurunan berat bada. Tips ini merupakah hasil rangkuman dari berbagai sumber ilmiah terpercaya yang dikombinasikan dengan pengalaman dari para busui yang telah menggunakan layanan dietela.

Pertama, perhatikan kesiapan busui secara mental. Ceklis yang perlu diperhatikan dari sisi mental busui yang ingin menurunkan berat badan adalah sebagai berikut: 

  • Sudah bebas dari kondisi baby blues. Melakukan upaya penurunan berat badan disaat kondisi mental busui setelah pasca melahirkan belum stabil dapat membuat busui depresi dan keberhasilan penurunan berat badan pun akan sangat sulit untuk dicapai.
  • Memiliki mindset yang tepat bahwa menurunkan berat badan pasca melahirkan ini lebih dari sekedar memperbaiki bentuk tubuh, melainkan utamanya adalah untuk kesehatan ibu jangka panjang . Mencegah penyakit yang berisiko muncul berkaitan dengan postpartum weight retention
  • Busui sebaiknya memiliki mental untuk mengedepankan self-care, diet penurunan berat badan sulit untuk berhasil jika busui memiliki mental “untuk apa lagi mengurus badan dan tampil menarik, kan sudah menikah dan punya anak.”

Kedua, tentukan target yang realistis disesuaikan dengan usia anak. Usia anak ini sangat penting diperhatikan, khususnya bagi ibu yang memberikan ASI eksklusif 6 bulan dan ingin terus memberikan ASI sampai anak berusia 2 tahun.

  • Jika usia anak kurang dari 6 bulan, targetnya masih memperbaiki komposisi tubuh, bukan untuk menurunkan berat badan karena asupan makan dan berat badan busui akan mempengaruhi kualitas ASI
  • Usia anak 6 bulan keatas lebih baik karena seharusnya bayi sudah tidak bergantung 100% pada ASI lagi, jadi jika diperlukan penurunan kalori sudah mulai bisa dilakukan secara bertahap

Ketiga, gunakan yang cara paling efektif. 

  • Efektifitas dari kombinasi diet dan aktivitas fisik untuk menurunkan berat badan sudah terbukti lebih baik daripada sekedar melakukan pengaturan makan atau diet saja atau sekedar melakukan olahraga saja.  

Jika ibu sudah yakin bahwa ibu siap untuk melakukan penurunan berat badan, dietela siap mendampingi ibu melalui program Body for Baby yang tersedia di dietela. JIka ibu masih ragu, Ibu bisa konsultasi gratis dengan Ahli Gizi lulusan univeritas terbaik di Indonesia melalui chatbox WhatsApp di pojok kanan bawah website ini.

Referensi

  • Makama, M,  Awoke, MA,  Skouteris, H,  Moran, LJ,  Lim, S.  Barriers and facilitators to a healthy lifestyle in postpartum women: A systematic review of qualitative and quantitative studies in postpartum women and healthcare providers. Obesity Reviews.  2021; 22:e13167. https://doi.org/10.1111/obr.13167
  • McKinley, M., Allen-Walker, V., McGirr, C., Rooney, C., & Woodside, J. (2018). Weight loss after pregnancy: Challenges and opportunities. Nutrition Research Reviews, 31(2), 225-238. doi:10.1017/S0954422418000070