Benarkah Gula Stevia Berguna untuk Kontrol Gula Darah?

Dewasa ini, fasilitas kesehatan banyak menangani masalah kesehatan yang berkaitan dengan penyakit gula atau disebut sebagai diabetes melitus. Kondisi ini banyak dikeluhkan bukan hanya pada lansia namun juga pada kelompok dewasa bahkan pada remaja akhir. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ketidakcukupan pankreas dalam menghasilkan insulin atau terjadinya insensitivitas insulin dalam tubuh.

Insulin merupakan hormone yang berfungsi mengatur glukosa (zat gula) dalam tubuh. Dalam kondisi normal ketika terjadi peningkatan kadar gula darah akibat konsumsi makanan, maka tubuh akan memproduksi hormone insulin agar gula di dalam darah bisa diserap ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi. Setelah proses ini terjadi, maka kadar gula darah akan kembali normal. Ketika terjadi gangguan dalam produksi insulin atau tubuh tidak lagi mampu menggunakan insulin secara efektif (insensitivitas insulin), maka glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dan menumpuk dalam darah. Kondisi ini menyebabkan kadar gula darah yang terus tinggi. Seiring dengan berjalannya waktu kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem tubuh terutama sistem saraf dan pembuluh darah.1 Jika tidak tertangani dengan tepat maka dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal hingga berujung pada kematian.

Diabetes melitus merupakan penyakit silent killer yang harus diwaspadai. Survei tahun 2021 memperkirakan  terdapat 536.6 juta orang dengan penyakit diabetes melitus pada usia 20-79 tahun di 215 negara. Pada tahun 2045 jumlah penderita diabetes diperkirakan akan meningkat menjadi 782.2 juga orang.2 Di Indonesia diperkirakan pada tahun 2030 penderita diabetes akan meningkat menjadi 11.8 juta orang.3 Di sisi lain Setiap tahun 5-10% orang dengan prediabetes berkembang menjadi penderita diabetes tipe 2.4

Taukah kamu faktor penyebab dari penyakit diabetes melitus?

Kondisi diabetes melitus dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pola makan yang kurang sehat, gaya hidup yang tidak sehat, kegemukan serta faktor genetik. Saat ini makanan cepat saji banyak diminati sehingga mengarahkan masyarakat untuk konsumsi tinggi lemak. Padahal kelebihan lemak dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, termasuk mengubah fungsi membran sel, aktivitas enzim, sinyal insulin hingga genetik yang tidak normal.5 Kebiasaan menonton TV, bermalas-malasan dan tidak pernah melakukan aktivitas fisik merupakan gaya hidup yang tidak sehat dan dapat berujung pada terjadinya kegemukan. Kegemukan secara tidak langsung dapat mempengaruhi peran insulin dalam metabolisme glukosa dan lemak pada otot rangka, dengan demikian meningkatkan risiko diabetes melitus.6 Selain itu genetik juga berperan sebagai faktor resiko penyakit diabetes melitus.7 Meski perkembangan penyakit diabetes melitus tipe 2 dipengaruhi oleh banyak faktor, namun latar belakang genetik masih menjadi sorotan para peneliti. Pasalnya genetik menunjukkan hubungan kuat yang dapat diturunkan dengan riwayat penyakit keluarga, dimana resiko penyakit meningkat hingga 40% jika salah satu kerabat dekat menderita diabetes.8 Ada kemungkinan lebih tinggi terhadap perkembangan DM tipe 2 pada individu yang memiliki kedua orang tua dengan diabetes melitus.9 Demikian pula, kemungkinan perkembangan DM tipe 2 meningkat 70% pada gen monozigot (kembar identik).10 Meski demikian penelitian terbaru menunjukkan bahwa saat ini genetik merupakan faktor yang dapat dimodifikasi dengan melakukan perubahan pola hidup dan megatur pola makan yang sehat.11

Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes melitus?

Perubahan pola hidup sehat nyatanya dapat mencegah dan bahkan menghambat komplikasi dari penyakit diabetes melitus tipe 2. Berikut merupakan beberapa tips untuk mencegah  terjadinya diabetes:  

  1. Mencapai dan mempertahankan berat badan yang ideal
  2. Rutin melakukan aktifitas fisik, setidaknya 30 menit per hari dengan intensitas rendah hingga sedang.
  3. Konsumsi makanan sehat, mengindari konsumsi gula dan lemak jenuh
  4. Menghindari kebiasaan merokok, karena merokok dapat meingkatkan resiko terjadinya penyakit diabetes dan jantung.

Upaya pengobatan diabetes telah banyak dilakukan, termasuk penggunaan obat-obatan yang sangat popular diantaranya Metformin, atau Glibenklamid . Namun penderita diabetes tidak bisa hanya mengandalkan penggunaan obat-obatan melainkan juga perlu melakukan perubahan gaya hidup termasuk pengaturan pola makan. Pengaturan pola makan penting dilakukan agar kadar gula darah penderita diabetes terkontrol dalam batas normal. Salah satu pengaturan pola makan untuk penderita diabetes yaitu pembatasan asupan gula sederhana. Berbagai penelitian dilakukan untuk menemukan sumber pemanis alternatif salah satunya adalah penggunaan daun stevia.  

Daun stevia untuk diabetes
Sumber gambar: Freepik

Fakta Unik Karakteristik Gula Stevia

Tanaman Stevia Rebaudiana Bertoni dari keluarga Asteraceae berasal dari Amerika Selatan. Selama beberapa dekade, masyarakat luas telah banyak memanfaatkan ekstrak daun stevia sebagai pemanis makanan, minuman, hingga sebagai jamu alternatif misalnya untuk pengobatan diabetes.12 Kualitas terbaik dari gula tersebut terletak pada kemanisan yaitu 30x lebih manis dibandingkan dengan gula biasa dan mengandung nol kalori, dan sedikit kandungan karbohidrat13. Daun Stevia Rebaudiana kering mengandung 11.68% glikosida steviol (senyawa pada daun stevia), yang mana presentasenya paling tinggi dibandingkan kandungan zat lain ditunjukkan dengan gambar 1.  Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kekuatan glikosida steviol 100-300 kali lebih manis dari sukrosa.14  Glikosida steviol juga relatif tahan terhadap suhu tinggi, pH dan paparan sinar matahari dalam jangka panjang. Seiring dengan perkembangan hasil penelitian, glikosida steviol banyak digunakan dalam industri makanan sebagai pemanis intensitas tinggi dengan kalori rendah. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas dari glikosida steviol baik secara fungsi, rasa manis dan perubahan pH bahkan pada suhu lebih dari 1200C selama satu jam.15 Begitu pula dengan stevosida (senyawa pada daun stevia) pada pH 2-10 dapat mempertahankan sifatnya bahkan pada suhu tinggi (800C). Namun senyawa ini akan rusak ketika berada dalam pH di bawah 2.

Produk makanan seperti kue muffin yang dipanggang pada suhu 1800C selama 20 menit yang ditambahkan gula stevia menunjukkan profil rasa yang memuaskan.16 Selain itu produksi roti dengan formula ekstrak gula stevia memiliki kandungan serat pangan lebih tinggi dan jumlah kalori lebih rendah 17 sehingga banyak diminati sebagai menu diet.  Manfaat gula stevia juga di aplikasikan pada produk lain seperti susu kedelai, es krim dan biskuit 18 dengan tingkat rasa manis yang pas dan banyak digemari.19

Gambar 1. Kandungan glikosida steviol pada Daun Stevia Reboudiana Kering
(Kurek dan Krejpcio, 2019)

Bagaimana dengan manfaat gula stevia pada penderita diabetes melitus?

Penggunaan gula Stevia pada produk makanan banyak dikembangkan sebagai alternatif upaya pencegahan penyakit diabetes, karena kita tahu makanan dan minuman manis sangat digemari oleh banyak kalangan. Gula stevia merupakan salah satu pemanis alami yang aman digunakan untuk menurunkan  resiko kejadian diabetes melitus sekaligus untuk mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes. Manfaat gula stevia sebagai antihiperglikemik (penurunan gula darah) melalui aktivasi respon insulin telah banyak dilaporkan dalam penelitian yang melibatkan hewan coba dan manusia.20–22 Penggunaan gula stevia dapat merangsang pelepasan insulin yang menguntungkan pada orang dengan diabetes melitus 23 dan efek ini dapat digunakan sebagai terapi untuk keluhan lain seperti hipertensi, gastritis dan penyakit jantung.22 Penelitian terbaru juga menunjukkan efek positif pada penggunaan gula stevia sebesar50 dan 100 mg/kg dapat menurunkan tekanan darah, menurunkan konsentrasi lemak darah, meningkatkan metabolisme tubuh dan sebagai alternatif menurunkan berat badan.24 Laporan terbaru menunjukkan bahwa senyawa steviol pada gula stevia efektif sebagai antidiabetes yang mana menunjukkan respon 20 kali lipat lebih kuat dari pada Metformin.

Lalu dimana kita bisa mendapatkan gula stevia?

Untuk mendapatkan manfaat dari stevia kita tidak perlu menanam dan memetik daunnya sendiri karena sudah banyak marketplace yang menyediakan produk gula stevia siap digunakan dengan harga yang cukup bervariatif. Meski dari bahan alami, penggunaannya juga harus diperhatikan karena penggunaan sedikit saja rasanya sudah jauh lebih manis dibandingkan gula pasir. Jika digunakan terlalu banyak justru akan menimbulkan rasa pahit setelah dikonsumsi.

Penggunaan gula stevia bisa menjadi salah satu alternative dalam pengaturan pola makan para penderita diabetes. Namun penggunaan gula stevia saja tidak cukup. Para penderita diabetes juga perlu membiasakan gaya hidup sehat diantaranya:

  1.  Batasi penggunaan gula sederhana (gula pasir, gula merah, brown sugar, madu, corn syrup, dsb) baik yang dikonsumsi langsung sebagai penambah rasa manis minuman maupun yang menjadi bahan baku masakan. 
  2. Batasi pula penggunaan garam tidak lebih dari 1 sendoh teh serta sumber minyak atau lemak tidak lebih dari 5 sendok makan untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat diabetes.
  3. TIngkatkan konsumsi serat terutama dari sayur dan buah. Konsumsi serat yang cukup dapat membantu dalam pengendalian kadar gula darah.
  4. Pilihlah makanan dengan kadar indeks glikemik yang rendah hingga sedang. Indeks glikemik merupakan ukuran yang menilai seberapa cepat bahan makanan akan meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Semakin tinggi nilainya maka artinya makanan tersebut akan semakin cepat meingkatkan kadar gula darah. Kebiasaaan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang tinggi meningkatkan risiko terjadinya insensitivitas insulin.
  5. Melakukan aktivitas fisik intensitas sedang secara teratur.
  6. Rutin mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter
  7. Selalu berfikir positif untuk tetap sehat.

Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM

Referensi

  1. WHO. Diabetes [Internet]. 2021 [cited 2022 Aug 9]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes
  2. Sun H, Saeedi P, Karuranga S, Pinkepank M, Ogurtsova K, Duncan BB, et al. IDF Diabetes Atlas: Global, regional and country-level diabetes prevalence estimates for 2021 and projections for 2045. Diabetes Res Clin Pract. 2022 Jan 1;183.
  3. Whiting DR, Guariguata L, Weil C, Shaw J. IDF Diabetes Atlas: Global estimates of the prevalence of diabetes for 2011 and 2030. Diabetes Res Clin Pract [Internet]. 2011 Dec 1 [cited 2022 Aug 8];94(3):311–21. Available from: http://www.diabetesresearchclinicalpractice.com/article/S0168822711005912/fulltext
  4. Tabák AG, Herder C, Rathmann W, Brunner EJ, Kivimäki M. Prediabetes: a high-risk state for diabetes development. Lancet [Internet]. 2012 [cited 2022 Jun 28];379(9833):2279–90. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22683128/
  5. Risérus U, Willett WC, Hu FB. Dietary fats and prevention of type 2 diabetes. Prog Lipid Res [Internet]. 2009 Jan [cited 2022 Aug 16];48(1):44–51. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19032965/
  6. Purnama A, Sari N. Aktivitas Fisik dan Hubungannya dengan Kejadian Diabetes Mellitus. Window of Health : Jurnal Kesehatan. 2019 Oct 25;368–81.
  7. Pangestika H, Ekawati D, Murni NS. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian  Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal ’Aisyiyah Medika [Internet]. 2022 Feb 12 [cited 2022 Aug 16];7(1). Available from: https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/JAM/article/view/779.
  8. Al-Goblan AS, Al-Alfi MA, Khan MZ. Mechanism linking diabetes mellitus and obesity. Diabetes Metab Syndr Obes [Internet]. 2014 Dec 4 [cited 2022 Sep 19];7:587–91. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25506234/
  9. Berumen J, Orozco L, Betancourt-Cravioto M, Gallardo H, Zulueta M, Mendizabal L, et al. Influence of obesity, parental history of diabetes, and genes in type 2 diabetes: A case-control study. Scientific Reports 2019 9:1 [Internet]. 2019 Feb 26 [cited 2022 Sep 19];9(1):1–15. Available from: https://www.nature.com/articles/s41598-019-39145-x
  10. Lyssenko V, Laakso M. Genetic screening for the risk of type 2 diabetes: worthless or valuable? Diabetes Care [Internet]. 2013 Aug [cited 2022 Sep 19];36 Suppl 2(Suppl 2). Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23882036/
  11. Forouhi NG, Misra A, Mohan V, Taylor R, Yancy W. Dietary and nutritional approaches for prevention and management of type 2 diabetes. BMJ (Online). 2018;361.
  12. Brahmachari G, Mandal LC, Roy R, Mondal S, Brahmachari AK. Stevioside and related compounds – molecules of pharmaceutical promise: a critical overview. Arch Pharm (Weinheim) [Internet]. 2011 Jan [cited 2022 Aug 16];344(1):5–19. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21213347/
  13. Savita SM, Sheela K, Sunanda S, Shankar AG, Ramakrishna P. Stevia rebaudiana – A Functional Component for Food Industry. Kamla Raj Enterprises [Internet]. 2017 Apr [cited 2022 Aug 8];15(4):261–4. Available from: https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09709274.2004.11905703
  14. Belloir C, Neiers F, Briand L. Sweeteners and sweetness enhancers. Curr Opin Clin Nutr Metab Care [Internet]. 2017 Jul 1 [cited 2022 Aug 8];20(4):279–85. Available from: https://journals.lww.com/co-clinicalnutrition/Fulltext/2017/07000/Sweeteners_and_sweetness_enhancers.9.aspx
  15. Kroyer G. Stevioside and Stevia-sweetener in food: Application, stability and interaction with food ingredients. Journal fur Verbraucherschutz und Lebensmittelsicherheit [Internet]. 2010 May 11 [cited 2022 Aug 9];5(2):225–9. Available from: https://link.springer.com/article/10.1007/s00003-010-0557-3
  16. Karp S, Wyrwisz J, Kurek M, Wierzbicka A. Physical properties of muffins sweetened with steviol glycosides as the sucrose replacement. Food Science and Biotechnology 2016 25:6 [Internet]. 2016 Dec 31 [cited 2022 Aug 9];25(6):1591–6. Available from: https://link.springer.com/article/10.1007/s10068-016-0245-x
  17. Ruiz-Ruiz JC, Moguel-Ordoñez YB, Matus-Basto AJ, Segura-Campos MR. Antidiabetic and antioxidant activity of Stevia rebaudiana extracts (Var. Morita) and their incorporation into a potential functional bread. J Food Sci Technol [Internet]. 2015 Dec 1 [cited 2022 Aug 9];52(12):7894–903. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26604361/
  18. Mishra, N. (2011). An analysis of antidiabetic activity of Stevia rebaudiana extract on diabetic patient. Journal of Natural Sciences Research pdf – Search [Internet]. [cited 2022 Aug 9]. Available from: https://www.bing.com/search?q=Mishra%2C+N.+%282011%29.+An+analysis+of+antidiabetic+activity+of+Stevia+rebaudiana+extract+on+diabetic+patient.+Journal+of+Natural+Sciences+Research+pdf&qs=n&form=QBRE&sp=-1&pq=&sc=6-0&sk=&cvid=4A3E65725D34474E8EF14569BB95DEFA&ghsh=0&ghacc=0&ghpl=
  19. Jooken E, Amery R, Struyf T, Duquenne B, Geuns J, Meesschaert B. Stability of steviol glycosides in several food matrices. J Agric Food Chem [Internet]. 2012 Oct 24 [cited 2022 Aug 9];60(42):10606–12. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23020306/
  20. Philippaert K, Pironet A, Mesuere M, Sones W, Vermeiren L, Kerselaers S, et al. Steviol glycosides enhance pancreatic beta-cell function and taste sensation by potentiation of TRPM5 channel activity. Nat Commun [Internet]. 2017 Mar 31 [cited 2022 Aug 15];8. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28361903/
  21. Chen TH, Chen SC, Chan P, Chu YL, Yang HY, Cheng JT. Mechanism of the hypoglycemic effect of stevioside, a glycoside of Stevia rebaudiana. Planta Med [Internet]. 2005 Feb [cited 2022 Aug 15];71(2):108–13. Available from: http://www.thieme-connect.de/products/ejournals/html/10.1055/s-2005-837775
  22. Jeppesen PB, Gregersen S, Alstrup KK, Hermansen K. Stevioside induces antihyperglycaemic, insulinotropic and glucagonostatic effects in vivo: studies in the diabetic Goto-Kakizaki (GK) rats. Phytomedicine [Internet]. 2002 [cited 2022 Aug 15];9(1):9–14. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11924770/
  23. Anker CCB, Rafiq S, Jeppesen PB. Effect of steviol glycosides on human health with emphasis on type 2 diabetic biomarkers: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Nutrients. 2019 Sep 1;11(9).
  24. Aswar U, Gogawale V, Miniyar P, Patil Y. Beneficial effects of Stevioside on AGEs, blood glucose, lipid profile and renal status in streptozotocin-induced diabetic rats. J Appl Biomed [Internet]. 2019 [cited 2022 Aug 15];17(3):190–7. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34907701/
  25. Chowdhury AI, Rahanur Alam M, Raihan MM, Rahman T, Islam S, Halima O. Effect of stevia leaves (Stevia rebaudiana Bertoni) on diabetes: A systematic review and meta-analysis of preclinical studies. Food Sci Nutr. 2022;