Diet Gluten-free untuk Menurunkan Berat Badan, Tepatkah?

Gluten free diet merupakan salah satu metode diet yang banyak digunakan oleh individu sehat dengan tujuan menurunkan berat badan. Padahal ini adalah diet khusus yang diperuntukan untuk individu yang memiliki beberapa kondisi khusus seperti celiac disease (CD), non-celiac gluten sensitivity (NCGS), gluten ataxia (GA) dan dermatitis herpetiformis (DH).1  Beberapa penyakit umumnya mengalami gangguan fungsi saluran cerna dan dapat  semakin membaik kondisinya jika membatasi konsumsi makanan yang mengandung gluten. Agar lebih paham tentang tujuan dari diet gluten-free, yuk simak artikel ini sampai habis.

Sumber gambar: Freepik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, diet gluten-free merupakan diet yang diperuntukkan untuk individu dengan kondisi khusus. Berikut adalah penjelasan tentang kondisi khusus yang membutuhkan diet gluten-free

1. Celiac disease

Penyakit autoimun kronis yang terjadi karena ketidakmampuan respon usus dalam menyerap makanan terutama yang mengandung gluten. Pada penyakit celiac biasanya terjadi peradang atau malabsorpsi zat gizi sehingga tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup karena gangguan dalam penyerapan zat gizi pada usus halus. Kondisi ini juga bisa diperparah dengan adanya paparan dari makanan berupa gluten yang memiliki kandungan prolines dan glutamines yang tidak mampu dicerna secara sempurna oleh usus halus.2

2. Non-celiac gluten sensitivity

Kondisi gangguan saluran cerna yang dinilai memiliki perbaikan dari gejala yang dialami ketika menjalani gluten-free diet. Gejalanya sendiri mirip dengan Irritable Bowel Syndrome (IBS) yakni terdapat tidak nyaman pada perut, kembung, dan lainnya.3

3. Gluten ataxia

Kondisi gangguan saluran cerna yang disebabkan oleh masalah pada saluran cerna secara histologis maupun fisiologis. Namun, kondisi ini terjadi karena adanya gangguan saraf yang berdampak pada sensitivitas pencernaan ketika mengonsumsi makanan yang mengandung gluten.4

Setelah mengetahui beberapa kondisi khusus yang memang membutuhkan diet gluten-free. Selanjutnya kita kenalan dengan gluten terlebih dahulu. Gluten merupakan salah satu zat gizi yang menjadi salah satu sumber energi pada makanan dalam bentuk protein yang mengandung prolamin dan banyak terkandung pada jenis-jenis gandum, barley dan gandum hitam. Gluten berfungsi untuk memberikan tekstur dan bahan pembentuk dari produk yang akan dihasilkan misalnya roti, pasta dan lainnya.1,3

Sumber makanan yang mengandung gluten umumnya adalah makanan pokok yang merupakan sumber karbohidrat. Selain memberikan tekstur dan membentuk produk, gluten sendiri meningkatkan cita rasa didalam makanan olahan.

Kandungan protein pada gluten memiliki susunan kimiawi yang mungkin sulit dicerna dengan baik apabila ada gangguan pada usus halus. Beberapa kondisi penyakit seperti yang telah disebutkan sebelumnya membutuhkan diet gluten free untuk memperbaiki kondisi di bagian saluran cernanya. Hal ini berkaitan dengan kerja sistem imun yang menandakan adanya alergi terhadap gluten atau sensitivitas apabila protein ini tidak tercerna dengan baik karena dapatmeningkatkan peradangan atau inflamasi pada saluran cerna individu dengan kondisi khusus.

Seperti yang kita ketahui, salah satu kondisi khusus yang memerlukan diet gluten-free adalah penyakit celiac atau penyakit autoimun yang kondisi imunitasnya sangat rentan, sehingga apabila ada peradangan kondisi lain yang dapat memicu peradangan akan mudah untuk mengalami efek samping. Pada penyakit celiac, tubuh tidak mampu mencerna gluten, sehingga akan terjadi peningkatan permeabilitas usus yang diikuti penurunan sistem kekebalan tubuh dan pada akhirnya dapat terjadi kerusakan pada vili usus. Jika vili usus rusak maka kondisi penyerapan tidak optimal dan dapat menyebabkan malnutrisi.2

Sudah jelas sekali bahwa diet gluten-free ini tujuan utamanya adalah untuk memproteksi kondisi usus bagi individu dengan kondisi khusus yang telah disebutkan. Lantas, tidak tepat menggunakan diet gluten-free untuk tujuan menurunkan berat badan, walaupun mungkin dapat memberikan efek berat badan yang turun karena tidak mengonsumsi gluten membuat seseorang tidak mengonsumsi makanan yang mengandung tepung dan diolah dengan tinggi lemak (co: pizza, roti, mi). Jika kamu dalam keadaan sehat dan ingin menerapkan diet gluten-free, simak fakta menarik diet gluten-free yang berkaitan dengan gizi yang perlu kamu ketahui.

1. Defisiensi zat gizi tertentu

Pengurangan asupan berlebihan pada konsumsi makanan yang mengandung gandum atau karbohidrat utama berdampak pada level konsumsi karbohidrat yang rendah. Padahal karbohidrat ini menjadi sumber energi utama dalam kebutuhan sehari-hati. Kompensasinya tubuh akan merasa kekurangan energi dan dapat berupa peningkatan sumber protein dan lemak dari kebutuhan sehari-hari.  Selain itu, ketidakseimbangan komposisi gizi yakni terutama bersumber dari produk gluten-free yang tinggi dalam lemak, gula dan garam. Hal ini dapat berpotensi meningkatkan kejadian obesitas karena asupan lemak berlebih.5,6,7

Resiko dalam jangka panjang dapat menyebabkan kekurangan zat gizi utamanya sumber energi dari protein, serat, mineral terutama folat dan vitamin terutama niacin dan vitamin B12. Oleh karena itu dibutuhkan suplementasi kalsium, zat besi dan serat7. Untuk mengatasi resiko kekurangan zat gizi tersebut dapat meningkatkan asupan dari jenis makanan seperti kelompok buah-buahan dan sayuran, kelompok lauk yaitu daging, seafood, telur dan unggas, dan protein nabati dalam bentuk kacang-kacangan serta produk susu dan turunannya. Walaupun, sangat mungkin kelompok makanan tersebut masih mengandung gluten dalam jumlah sedikit atau dari proses pengolahan.1,6

2. Nilai ekonomi dari produk gluten-free

Penggunaan produk gluten-free menjadi salah satu solusi untuk mendukung keberhasilan dietnya. Di Indonesia, produk gluten-free sudah lumayan banyak beredar tetapi klaim di label makanan belum banyak diterapkan. Produk-produknya pun dinilai secara ekonomi memiliki harga yang tinggi disebabkan oleh cara pengolahan maupun subtitusi bahan baku. Beberapa penelitian terkait harga produk makanan gluten-free di beberapa negara juga menunjukkan bahwa produk gluten-free lebih mahal daripada produk yang mengandung gluten.

3.  Perubahan pada komposisi tubuh

Dalam beberapa studi, penerapan diet gluten free memberikan efek menurunkan berat badan pada kondisi obesitas, namun untuk penggunaan jangka panjang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.6,8 Perubahan komposisi tubuh terutama pada komponen lemak memiliki dampak positif pada toleransi gula darah. Sehingga banyak pengguna diet gluten-free memiliki kondisi gula darah yang baik.6

Namun, penelitian lain juga menemukan bahwa diet gluten-free dapat meningkatkan masalah gangguan metabolik seperti kolesterol, gula darah dan hipertensi. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan zat gizi yang masuk kedalam tubuh. Studi terkait banyak mendapati kondisi metabolik yang tidak seimbang sehingga meningkatkan kolesterol dalam waktu 4 tahun setelah melakukan diet gluten-free diet yang rutin. Peningkatan lemak didalam tubuh dapat juga melekat pada pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan terjadi masalah kardiovaskular.9

Setelah mengetahui seluk beluk diet gluten-free, Anda perlu mempertimbangkan penerapannya pada diri Anda. Hal ini bukan hanya berkaitan dengan komposisi tubuh atau asupan zat gizi yang masuk kedalam tubuh. Terdapat faktor psikologis dan sosial yang berdampak dari penerapan diet gluten-free. Berikut beberapa dampak sosial dan psikologis yang dapat terjadi pada proses penerapan diet gluten-free.10

  1. Dampak sosial dalam berelasi
    Penerapan diet gluten-free akan terasa sulit jika pada kondisi yang mengharuskan berkunjung ke rumah teman atau pada acara tertentu. Tidak dapat dipungkiri gluten memang diperlukan untuk berbagai masakan karna fungsinya. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman sampai dengan hubungan kurang harmonis pada relasi pertemanan atau persaudaraan karena terjadinya batasan untuk ikut menikmati suasana bersama sambil menyantap makanan.
  2. Beresiko pada mengalami gangguan makan
    Diet gluten-free sangat ketat dalam penerapannya karena ditujukan untuk individu dengan kondisi khusus. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi emosi dan stress bagi individu yang sehat jika belum terbiasa. Kondisi ini bisa mendatangkan kecemasan ketika mengonsumsi makanan sehingga memicu gangguan makanan. Kondisi ini dapat terjadi karena secara psikologis Anda merasa ketakutan makanan yang dimakan akan berpengaruh pada hasil dari diet yang sedang dijalani.

Jika Anda memang membutuhkan diet gluten-free, Silakan ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Tentukan tujuan diet penggunaan diet gluten-free
    Berdasarkan manfaat dan peruntukannya, maka perlu diperhatikan terkait dengan tujuan dalam penerapan diet gluten-free. Jika bertujuan untuk menurunkan berat badan sebaiknya cukup lakukan defisit kalori tanpa restriksi gluten. Namun, jika memiliki kondisi khusus seperti penyakit celiac, maka Silakan terapkan diet gluten-free yang dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan terkait, yaitu ahli gizi.
  2. Konsultasikan kepada ahli gizi untuk mendapatkan pendampingan intensif
    Penerapan diet gluten-free tidak dapat dilakukan mandiri hanya berdasarkan informasi yang terdapat di media sosial maupun pencarian daring. Ahli gizi akan membantu Anda untuk memberikan keseimbangan komposisi makanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan gizi Anda. Selain itu, ahli gizi juga akan melakukan pemantauan khusus terkait dengan efek samping yang mungkin didapat dari penerapan diet gluten-free. Hal yang paling penting adalah Anda akan mendapatkan pertimbangan terkait berapa lama jangka waktu yang dibutuhkan dan kesehatan selama menjalani diet gluten-free.
  3. Membuat daftar bahan makanan produk komersil di Indonesia yang aman
    Dalam penerapan diet gluten-free menjadi salah satu keberhasilan yakni dengan pemilihan komposisi bahan makanan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya penerapan gluten-free diet memiliki beberapa jenis bahan makanan yang dihindari dan dibatasi dalam konsumsinya. Membuat daftar bahan makanan membantu untuk mengidentifikasi produk yang aman dikonsumsi terutama produk komersil seperti cemilan atau makanan siap saji. Pembuatan daftar makanan dapat dilakukan dengan melihat komposisi kandungan bahan makanan. Jika kita melihat komposisi kandungan bahan makanan pada produk komersil, nama bahan yang ditulis dibagian awal merupakan bahan yang paling banyak komposisinya didalam produk tersebut. Hal ini memudahkan kita bahwa makanan tersebut aman konsumsi.

Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM & Ulfa Teni Safira, S.Gz

Referensi:

  1. Khoury DA, Balfour-Ducharme S dan Joye IJ. A Review on the Gluten-Free Diet: Technological and Nutritional Challenges. Nutrients 2018;10 (1410)
  2. Hellman, R. Gluten Free Diets – A Challenge for the Practicing Physician. Missouri Medicine  March/April 2020: 117(2); 119-123
  3. Freeman H. Adverse Effects of Gluten-free Diets. International Journal of Celiac Disease. 2018;6(3):71-73.
  4. Hadjivasssiliou M, Grunewald R, Sharrack B, Sanders D, Lobo A, Williamson C, et.al. Gluten ataxia in perspective: epidemiology, genetic susceptibility and clinical characteristics. Brain.2003; 126: 685±691
  5. Martínez-Rodríguez A , Loaiza-Martínez DA, Sánchez-Sánchez J, Rubio-Arias JA, Fernando A, Prats-Moya S,et.al. Effects of 12 Weeks of Strength Training and Gluten-Free Diet on Quality of Life, Body Composition and Strength in Women with Celiac Disease: A Randomized Controlled Trial. Applied Science. 2021; 11(10960)
  6. Tuncer, E. and Kesser, A., n.d. Effects On Health And Diet Quality Of The Gluten Free Diet. Journal of Hygienic Engineering and Design, [online] pp.101-106. Available at: <https://keypublishing.org/jhed/wp-content/uploads/2020/11/11.-Full-paper-Esra-Tuncer.pdf> [Accessed 28 July 2022].
  7. Saturni L, Ferreti G, Bacchetti T. The Gluten-Free Diet: Safety and Nutritional Quality. Nutrients 2010; 2: 16-34
  8. Ehteshami M, Shakerhosseini R, Sedaghat F, Hedayati M, Eini-Zinab H, Hekmatdoost A. The Effect of Gluten Free Diet on Components of Metabolic Syndrome: A Randomized Clinical Trial.   Asian Pacific Journal of Cancer Prevention.2018;19(10): 2979-2984         
  9. Marciniak M, Szymczak-Tomczak A, Mahadea D, Eder P, Dobrowolska A, Krela-Kaźmierczak I. Multidimensional Disadvantages of a Gluten-Free Diet in Celiac Disease: A Narrative Review. Nutrients. 2021 Feb 16;13(2):643
  10. Staudacher HM, Gibson PR. How healthy is a gluten-free diet? British Journal of Nutrition. [Online] Cambridge University Press; 2015;114(10): 1539–1541. Available from: doi:10.1017/S000711451500330x