Emotional Eating, Food Craving & Penurunan Berat Badan

Sumber gambar: Freepik

Ternyata orang yang sedang food craving belum tentu mengalami emotional eating lho. Meskipun saling berhubungan, namun pemicu munculnya food craving dan emotional eating bisa berbeda. Di antara keduanya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami emotional eating ini cenderung lebih mudah untuk makan berlebih dan mengalami peningkatan berat badan. Silahkan baca artikel ini sampai selesai agar memahami seluk beluk dari food craving  dan emotional eating

Food craving merupakan keinginan kuat akan suatu makanan spesifik sehingga menjadi sulit bagi seseorang menahan untuk tidak mengonsumsi makanan yang ‘diidamkan.’ Keinginan ini biasanya dipicu oleh gambar dan aroma makanan, misalnya seperti saat menonton acara mukbang atau saat mencium aroma masakan jadi memunculkan keinginan untuk mengonsumsi makanan yang serupa dengan yang dilihat atau yang tercium aromanya. Bisa juga dipicu oleh memori terhadap jenis makanan tertentu yang sudah terekam sebelumnya. 

Memiliki food craving tidak selalu berhubungan dengan emosi negatif, karena terdapat penelitian pada mahasiswa dan orang dewasa yang menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka yang memiliki food craving tetap mengonsumsi makanan secara normal (tidak berlebihan). Jadi food craving ini pemicunya murni hanya dari “keinginan” atau hawa nafsu terhadap jenis makanan tertentu. 

Emotional eating adalah kecenderungan untuk makan berlebih yang dipicu oleh munculnya emosi-emosi negatif seperti kecemasan (anxiety), sedih, atau stres. Pasalnya, sebagai respon terhadap emosi negatif, emotional eaters lebih cenderung untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan kalori tinggi untuk mencari kenyamanan dan kepuasan. Para emotional eaters ini juga cenderung lebih sensitif terhadap sinyal-sinyal psikologis sehingga sinyal alami tubuh untuk menunjukkan tanda perut sudah lapar atau kenyang menjadi tertutupi oleh sinyal perasaan negatif tersebut. 

Dalam kata lain emotional eaters ini mengonsumsi makanan untuk menambal perasaan negatif yang sedang dialaminya. Sebab makanan dijadikan sebagai pelarian bagi para emotional eaters, disitulah muncul food craving yang lebih tinggi pada kondisi emotional eating dibandingkan dalam kondisi normal. Dalam situasi tersebut menjadi lebih sulit untuk menerapkan mindfulness saat makan sehingga lebih berisiko terhadap perilaku makan yang tidak sehat. 

Emotional eating dan food craving ini memiliki pengaruh yang cukup berbahaya bagi individu yang ingin mengontrol berat badan karena pembatasan diet atau dietary restraint dapat meningkatkan food cravings. 

Membatasi konsumsi makanan dan membiarkan diri merasa lapar untuk membatasi jumlah yang dikonsumsi memang memungkinkan terjadinya penurunan berat badan. Akan tetapi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembatasan diet malah bisa meningkatkan food cravings dan menjadi penyebab makan berlebih karena stimulasi oleh emosi-emosi negatif (emotional eating). Upaya untuk menahan pikiran akan suatu makanan juga dapat meningkatkan food cravings dan konsumsi makanan tidak sehat. Akhirnya setelah terjadi penurunan berat badan diikuti dengan kenaikan berat badan kembali dan berat badan menjadi fluktuatif pada jangka panjang (yo-yo dieting). 

Maka itu bagi para emotional eaters, melakukan diet untuk penurunan berat badan perlu bantuan kontrol porsi dari Ahli Gizi dan juga pengelolaan emosi dengan pendampingan dari profesional di bidang psikologi agar pada saat mengalami food cravings tidak terjadi konsumsi makan yang berlebihan. Mindful eating juga bisa menjadi salah satu strategi yang bisa diterapkan bagi para emotional eaters. Namun tetap perlu pendampingan dari Ahli Gizi dalam penerapannya karena dalam mindful eating diperlukan kesadaran penuh akan perasaan dan proses makan menjadi suatu hal yang ‘sakral’. Jika dilakukan tanpa pendampingan Ahli Gizi, bisa jadi penerapan mindful eating malah mengarah pada situasi yang memicu asupan makan berlebih atau malah menjadi pemicu munculnya emosi negatif di waktu makan.

Editor: Rifqah Indri Amalia, S.Gz, MSc

Referensi

Anja, Dietrich. 2016. Food craving regulation in the brain: the role of weight status and associated personality aspects. Universitat Leipzig. 

Bishop, S., Lau, M., Saphiro, S., Carlson, L., Anderson, N., and Carmody, F., et al. 2004. Mindfulness: a proposed operational definition. Clinical Psychology: Science and Practice, 11, 230 – 241. 

Daubenmier J., Kristeller J., Hecht F., Manginger N., Kuwata M., Jhaveri, K., et al. 2011. Mindfulness intervention for stress eating to reduce cortisol and abdominal fat among overweight and obese women. Journal of Obesity, 651936.

Escandon-Nagel, N., Pero, M., Grau, A., Soriano, J., and Feixas, G. 2018. Emotional eating and cognitive conflicts as predictors of binge eating disorder in patients with obesity. International Journal of Clinical and Health Psychology, 18, 52 – 59. 

Fahrenkamp, A., Darling, K., Ruzicka, E., and Sato, A. 2019. Food cravings and eating: the role of experiential avoidance. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16, 1181. 

Frayn, Mallory and Knauper, Barbel. 2017. Emotional eating and weight in adults: a review. Current Psychology, 37 (4), 924 – 933. 

Magklis, E., Howe, L., and Johnson, L. 2019. Eating style and the frequency, size and timing of eating occasions. Nature, 9, 15133.

Roosen, A., Safer L., Adler S., Cebolla A., Van Strien, T. 2012. Group dialectical therapy adapted for obese emotional eaters: a pilot study. Nutr Hosp, 27 (4): 1141 – 1147.

Van Strien, T. 2018. Causes of emotional eating and matched treatment of obesity. Current diabetes reports, 18, 35.

Wahlstrom, D., Collins, P., White, T., and Luciana, M. Developmental changes in dopamine neurotransmission in adolescence: behavioural implications and issues in assessment. Brain Cogn, 72, 146 – 159. 

Warren J., Smith M., Ashwell M. 2017. A structured literature review on the role of mindfulness, mindful eating and intuitive eating in changing eating behaviors: effectiveness and associated potential mechanisms. Nutr Res Rev, 30 (2): 272 – 283.Wendell, J., Masuda, A., Le, J. 2012. The role of body image flexibility in the relationship between disordered eating cognitions and disordered eating symptoms among non-clinical college students. Eating behaviour, 13, 240 – 245.