Gizi dan Daya Tahan Tubuh

Jika ada pertanyaan “apa yang harus saya konsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh?’ 

Jawabannya adalah konsumsi makanan yang bergizi seimbang dan kaya akan vitamin dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh. Makanan yang kaya akan vitamin dan mineral adalah sayur dan buah. Disamping itu sayur dan buah juga memiliki kandungan fitokimia yang bermanfaat untuk memperbaiki pengaturan fungsi sel, interaksi gen, dan metabolisme. Maka itu mulai sekarang biasakan konsumsi setidaknya 5 porsi sayur dan buah setiap hari atau minimal 400 g/hari untuk kombinasi konsumsi keduanya. 

Jika pertanyaan tersebut berlanjut, “Apakah sesederhana itu? Jadi tidak perlu makanan-makanan khusus untuk saya menjaga daya tahan tubuh?”

Jawabannya adalah, iya sesederhana itu khususnya bagi individu dalam keadaan sehat dan belum memasuki usia senja. Kembali ditekankan bahwa makanan yang khusus untuk daya tahan tubuh adalah makanan yang sehat dan bergizi seimbang yang dikonsumsi dengan konsisten. 

Untuk kelompok lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit tertentu, maka barulah perlu dikaji lebih lanjut oleh dokter atau ahli gizi untuk diberikan saran khusus mengenai zat gizi tertentu yang perlu lebih diperhatikan konsumsinya. Konsumsi suplemen bisa dicoba untuk meningkatkan imunitas ketika tubuh sudah mulai terasa tidak enak badan, namun efektifitasnya masih belum konsisten antara satu individu dengan individu lainnya. 

Kondisi gizi adalah salah satu faktor yang dapat menentukan baik atau tidaknya daya tahan tubuh seseorang. Ketika mengalami gizi kurang atau mengalami defisiensi (kekurangan) zat gizi tertentu maka disaat itu tubuh paling rentan di serang oleh penyakit. Mengapa demikian? 

Hal ini dikarenakan zat gizi yang telah diolah atau dimetabolisme dalam tubuh akan saling bekerja sama dalam membentuk dan memastikan optimalnya kerja sel, jaringan, dan komponen pertahan tubuh dalam melawan bakteri, virus, atau zat asing lainnya yang dapat membuat tubuh menjadi sakit atau bekerja tidak optimal. Jika ada satu bagian dari zat gizi tersebut hilang atau tidak cukup di dalam tubuh manusia, maka pertahanan tubuh akan lebih lemah dari yang seharusnya. Maka dari itu, manusia harus mengonsumsi makanan yang bervariasi setiap harinya dan bergizi seimbang setiap harinya. 

Hampir semua zat gizi memiliki perannya masing-masing dalam menjaga daya tahan tubuh seseorang. Berikut ulasannya:

1. Protein dan asam amino

Kekurangan protein dapat melemahkan daya tahan fisik dan juga fungsi fisik dari tubuh. Jumlah antibodi di dalam tubuh dapat berkurang jika terjadi kekurangan protein. Asam amino setiap individu menentukan status sistem imun di dalam tubuhnya.

2. Lemak

Keseimbangan konsumsi jenis lemak sangat penting untuk optimalnya daya tahan tubuh. Terlalu banyak mengonsumsi asam lemak jenuh (seperti yang didapati dari minyak goreng yang digunakan berkali-kali) berpengaruh pada produksi agen penyebab peradangan pada tubuh. Sedangkan konsumsi asam lemak tidak jenuh (seperti yang di dapati pada ikan, alpukat, minyak zaitun) berpengaruh pada menurunnya produksi agen peradangan. Maka itu, konsumsi sumber asam lemak tidak jenuh sebaiknya lebih mendominasi. 

3. Vitamin A

Vitamin A menjaga sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan resistensi tubuh terhadap infeksi dengan menjaga kekuatan kulit dan selaput lendir yang melawan bakteri, virus, sertaparasit. Selain itu, vitamin A juga meningkatkan produksi antibodi sel darah putih dan  meningkatkan jumlah dan aktivitas sel imun.

4. Vitamin D

Peran Vitamin D dalam perlawanan infeksi dan peradangan dalam tubuh sangat signifikan untuk menjaga keseimbangan usus, melawan serangan patogen, melawan pembentukan koloni bakteri, dan menjaga lapisan mukosa tubuh.

5. Vitamin E

Vitamin E adalah salah satu jenis antioksidan larut lemak yang digunakan pada tubuh untuk melawan agen-agen penyebab peroksidasi lemak di dalam tubuh. Jika kekurangan vitamin E akan menurunkan agen penyerang bakteri, virus, atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

6. Vitamin C

Vitamin C larut dalam air dimana di dalam tubuh dapat larut pada cairan dan darah. Hal tersebut bertujuan untuk  membantu melindungi tubuh dari oksidasi  radikal bebas. Vitamin C juga digunakan untuk aktivitas optimal dari sel darah putih dan produksi mediator kimia yang mengarahkan respon imun.

7. Vitamin B6

Vitamin B6 merupakan zat yang menstimusasi lebih dari 100 reaksi metabolisme termasuk metabolisme asam amino. Sehingga Vitamin B6 ikut mendukung produksi agen penangkal infeksi dan peradangan di dalam tubuh. 

8. Asam folat

Asam folat bermanfaat dalam sintesis protein di dalam tubuh bersama dengan vitamin B6 dan vitamin B12. Jumlah asam folat yang cukup dibutuhkan untuk produksi protein yang berperan dalam aktivasi dan regulasi sistem daya tahan tubuh. 

9. Vitamin B12

Vitamin B12  berperan dalam memproduksi Limfosit-T dan menormalkan kembali jumlah  dari CD4/CD8 dalam tubuh. Kekurangan vitamin B12 dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan virus dan bakteri.

10. Zat besi

Zat besi berkaitan dengan aktivasi limfosit dan penting juga untuk membunuh bakteri. Jumlah konsumsi zat besi pada orang yang mengalami infeksi tidak boleh berlebihan karena akan semakin menguatkan patogen. 

11. Zink (Seng)

Kekurangan zink dapat menyebabkan tubuh lebih rentan diserang oleh sumber penyakit atau patogen. Kekurangan zink melemahkan produksi penangkal daya tahan tubuh.

12. Selenium

Selenium penting untuk daya tahan tubuh karena dapat mendukung kerja antioksidan untuk membunuh organisme asing di dalam tubuh. 

13. Copper (Tembaga)

Dalam proses kerjasama dengan antioksidan di dalam tubuh, copper (tembaga) berfungsi untuk mengurangi adanya gangguan pada jaringan lemak, protein, dan DNA dalam tubuh. Jumlah copper (tembaga) tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan di dalam tubuh karena keduanya dapat menyebabkan ketidakseimbangan kerja agen daya tahan tubuh. 

Referensi Bacaan:

Farhan Saeed, Muhammad Nadeem, Rabia Shabir Ahmed, Muhammad Tahir Nadeem, Muhammad Sajid Arshad & Azmat Ullah (2016) Studying the impact of nutritional immunology underlying the modulation of immune responses by nutritional compounds – a review, Food and Agricultural Immunology, 27:2, 205-229, DOI: 10.1080/09540105.2015.1079600

Arantxa Rodriguez-Casado (2016) The Health Potential of Fruits and Vegetables Phytochemicals: Notable Examples, Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 56:7, 1097-1107, DOI: 10.1080/10408398.2012.755149

Rondanelli M, Miccono A, Lamburghini S, et al. Self-Care for Common Colds: The Pivotal Role of Vitamin D, Vitamin C, Zinc, and Echinacea in Three Main Immune Interactive Clusters (Physical Barriers, Innate and Adaptive Immunity) Involved during an Episode of Common Colds-Practical Advice on Dosages and on the Time to Take These Nutrients/Botanicals in order to Prevent or Treat Common Colds. Evid Based Complement Alternat Med. 2018;2018:5813095. Published 2018 Apr 29. doi:10.1155/2018/5813095

 

Leave a Reply