Kenali Maag & Solusi Makan Untuk Masalah Maag

Maag adalah suatu kondisi peradangan (inflamasi) pada dinding lapisan lambung yang mengakibatkan pembengkakan dan iritasi sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman berupa mual dan perih. Dalam dunia medis, sakit maag disebut gastritis. 

Terdapat 2 jenis maag yaitu:

  1. Maag akut = Kondisi timbulnya inflamasi dan gejala yang singkat dan tidak berkelanjutan jika sudah dilakukan pengobatan.
  2. Maag kronis = Kondisi inflamasi yang terjadi dalam waktu yang lama (bulan atau tahun) dengan gejala yang muncul berulang

Penderita maag wajib menerima pengobatan sesegera mungkin. Mengatasi maag agar tidak menjadi kondisi kronis dapat dilakukan dengan pengaturan makan dan menjaga kebersihan terutama sebelum dan setelah makan. 

Pada saat mengalami maag akut dan merasakan gejala-gejalanya, individu disarankan untuk melakukan 2 hal. 

  • Makan tepat waktu 
  • Mengikuti pola makan untuk diet lambung. 

Pola makan diet lambung bertujuan untuk meringankan beban kerja saluran pencernaan, agar keluhan saat sakit maag bisa berkurang. Saran pola makan berdasarkan diet lambung secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Perhatikan kebersihan tangan, alat makan dan makanan
  2. Makan dengan porsi kecil (sepertiga sampai setengah dari porsi makan biasanya) dan frekuensi sering setidaknya dengan jeda 3 jam sekali.
  3. Makan makanan dalam bentuk lunak dan mudah dicerna (contoh: bubur, biskuit bayi)
  4. Menghindari rasa yang merangsang lambung seperti: asam, pedas, keras, terlalu panas atau terlalu dingin
  5. Konsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, dipanggang atau ditumis dan hindari makanan yang digoreng atau banyak mengandung lemak. 

Pola makan berdasarkan diet lambung tersebut dapat disesuaikan oleh ahli gizi untuk memenuhi selera setiap orang atau disesuaikan dengan diet bagi kondisi penyakit lainnya.

Makan teratur sangatlah penting karena seringnya menunda waktu makan dalam durasi yang lama (long period) memungkinkan seseorang terinfeksi bakteri H. pylori (HP) sehingga terkena penyakit maag (Lim et al, 2013). Jika dalam satu minggu seseorang menunda waktu makan 2 jam atau lebih dan melakukannya sebanyak 2 kali atau lebih, maka kemungkinan orang tersebut terkena penyakit maag meningkat sampai 13 kali lipat.

Lim et al, 2013 berteori bahwa saat lambung kosong dari makanan maka lambung tidak mengeluarkan zat kimiawi yang membantu proses pencernaan dan juga dinding lambung tidak dapat menyapu bakteri keluar dari lambung sehingga bakteri HP dapat menyusup ke lapisan dinding lambung yang lebih dalam untuk menginfeksinya. Disamping itu, dinding lambung juga dapat diperlemah dengan kondisi lingkungan seperti merokok atau stress sehingga dinding mukosa lambung semakin mudah ditembus oleh bakteri HP. 

Editor: Rifqah Indri Amalia, S.Gz, M.Sc

Referensi

Cleveland Clinic Medical Professional. 2016. Gastritis. [Online] Available at Https://My.Clevelandclinic.Org/Health/Diseases/10349-Gastritis

D. Y. Graham, A. R. Opekun, M. S. Osato et al. Challenge Model for Helicobacter Pylori Infection in Human Volunteers. Gut. Vol 53, No. 9, Pp. 1235–1243, 2004.  

Kementrian Kesehatan RI. 2011. Brosur Diet Lambung. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Mahan, L. Kathleen., Escott-Stump, Sylvia., Raymond, et al. 2017. Krause’s Food & The Nutrition Care Process. 14th Edition. Mo: Elsevier.

S. M. El-Shoura. Helicobacter Pylori: I. Ultrastructural Sequences Of Adherence, Attachment, And Penetration Into The Gastric Mucosa. Ultrastructural Pathology. Vol 19, No. 4, Pp. 323–333, 1995. 

R. Sharma, C. Young, And J. Neu. Molecular Modulation Of Intestinal Epithelial Barrier: Contribution Of Microbiota. Journal of Biomedicine and Biotechnology. Vol 2010, Article ID 305879, 14 Pages, 2010. 

Su-Lin Lim, Claudia Canavarro, Min-Htet Zar, et al. 2013. Irregular Meal Timing is Associated with Helicobacter Pylori Infection and Gastritis. ISRN Nutrition. Vol 2013, Article ID 2013, Article ID 714970, 7 Pages, 2013.