Kualitas ASI Busui Bisa Jadi Tidak Dipengaruhi Penurunan Berat Badan Ibu

Sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, ibu harus paham dulu bahwa sedikit dan banyaknya ASI yang diproduksi oleh ibu tidak semata-mata disebabkan oleh asupan kalori dan zat gizi ibu saja lho. 

Asupan kalori dan zat gizi ibu tentu sangat penting bagi busui, namun perannya bukan sekedar untuk memproduksi ASI melainkan juga untuk mengisi kembali zat gizi yang sudah ibu transfer ke bayi melalui ASI. Banyak atau sedikitnya produksi ASI pada busui juga dipengaruhi oleh:

  • Tingkat stress
  • Kondisi hormonal
  • Kondisi kesehatan ibu. 

Maka itu meningkatkan produksi ASI belum tentu manjur kalau usaha yang dilakukan hanya dengan terus-terusan menambah konsumsi makanan saja. 

Penurunan berat badan yang terjadi pada ibu menyusui belum tentu menyebabkan produksi ASI jadi berkurang. Busui yang memberikan ASI eksklusif justru memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengalami penurunan berat badan secara alami daripada yang tidak memberikan ASI eksklusif. 

Ibu yang melakukan program penurunan berat badan selama menyusui tetap bisa memberikan suplai ASI yang optimal bagi bayinya. Pada penelitian yang dilakukan oleh Lovelady, et al., tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada pertumbuhan berat badan dan panjang badan bayi ASI ekslusif oleh ibu yang mengikuti program penurunan berat badan dan ibu yang tidak mengikuti program. Tentu saja kalau pertumbuhan bayinya bagus, supply ASI juga pasti bagus. 

Perlu diketahui juga bahwa, komposisi tubuh ibu pasca melahirkan adalah modal utama yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI. Komposisi tubuh yang dimaksud ini adalah gambaran status gizi secara umum. Jika massa lemak ibu kurang (kurang dari 20%) dan status gizinya kurang (IMT kurang dari 18.5 kg/m2) maka kualitas dan kuantitas ASI yang diproduksi ibu kurang optimal dibandingkan dengan ibu yang massa lemaknya normal dan status gizinya baik. Dalam kata lain, jika modal awal ibu kecil, maka kemungkinan produksi ASI kurang optimal juga lebih besar. 

Sebenarnya komposisi tubuh ibu pada saat pasca melahirkan itu adalah efek dari kondisi ibu sebelum dan selama hamil. Jika ibu sudah memiliki status gizi yang baik sebelum dan selama hamil, tentunya bisa jadi modal yang baik juga untuk produksi ASI nantinya. 

Para ibu juga harus sadar betul bahwa kualitas dan kuantitas ASI memang akan menurun secara alami seiring dengan bertambahnya usia bayi. Jadi ibu jangan berharap ASI yang diproduksi pada bulan pertama menyusui akan sama dengan yang diproduksi pada saat bulan keempat dan kelima. Maka itu ASI Eksklusif hanya diberikan selama 6 bulan karena lebih dari itu ASI saja tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. 

Setelah lebih dari 6 bulan, bayi sudah harus diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Bagi busui yang bayinya sudah lebih dari 6 bulan jadi lebih leluasa untuk melakukan pengaturan pola makan untuk perbaikan komposisi tubuh dan berat badan karena pada saat itu bayi sudah tidak bergantung 100% pada supply ASI dari ibu. 

Referensi:

  • National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine.2020. Nutrition during pregnancy and lactation: Exploring new evidence: Proceedings of a workshop. Washington, DC: The National Academies Press. https://doi.org/10.17226/25841
  • Bzikowska-Jura, A., Czerwonogrodzka-Senczyna, A., Olędzka, G., Szostak-Węgierek, D., Weker, H., & Wesołowska, A. (2018). Maternal Nutrition and Body Composition During Breastfeeding: Association with Human Milk Composition. Nutrients, 10(10), 1379. https://doi.org/10.3390/nu10101379
  • Lovelady, CA, Garner, KE, Moreno, KL et al. . (2000) The effect of weight loss in overweight, lactating women on the growth of their infants. N Eng J Med 342, 449–453.