Marhaban ya Ramadhan, Bulan Puasa Tiba, Kesempatan untuk Memperbaiki Kegemukan pun Tiba

Berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap muslim dan berpuasa pun memiliki dampak baik bagi kesehatan bila dilakukan dengan benar. Muslim berpuasa mulai dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari, jika berpuasa di Indonesia, lama berpuasa sekitar 13 jam. Maka munculah pertanyaan, bagaimana caranya tanpa asupan makanan dan minuman selama 13 jam bisa memiliki dampak yang positif bagi kesehatan? Mungkin juga muncul pertanyaan di benak para muslim di Indonesia, saya sudah berpuasa satu bulan Ramadhan tetapi kok malah naik ya berat badannya setelah berpuasa? Jawabannya akan kami ulas secara ringkas di artikel ini.

Berpuasa selama satu bulan Ramadhan dapat menyebabkan penurunan berat badan. Penurunan berat badan mampu memperbaiki profil lemak tubuh, mengontrol gula darah serta mengontrol tekanan darah. Sedangkan peningkatan berat badan dapat menyebabkan sebaliknya. Oleh karena itu berpuasa sangatlah baik bagi mereka yang kegemukan, obesitas, atau mengidap sindrom metabolik (profil kolesterol dan lemak tubuh tinggi, profil gula darah tinggi, tekanan darah tinggi yang dialami secara bersamaan).

Sedangkan bagi individu yang kurus, tidak usah khawatir dengan puasa di bulan Ramadhan. Berpuasa yang dilakukan dengan benar tidak akan membuat individu kurus yang sehat menjadi sakit. Hal yang paling penting bagi individu yang kurus adalah menjaga agar asupan makannya pada saat berbuka dan sahur tidak kurang dari asupan makan sebelum bulan Ramadhan.

Sumber energi yang banyak digunakan adalah glukosa yang disimpan di dalam hati dan otot. Setelah simpanan glukosa sudah mulai menipis, maka lemak lah yang akan dibakar menjadi sumber energi. Energi dari protein yang disimpan dalam massa otot tidak akan dipecah kecuali manusia mengalami kondisi kelaparan akibat tidak makan sama sekali dalam beberapa hari. Pada saat puasa Ramadhan kita tetap makan pada saat buka dan sahur, sehingga glukosa dan lemak lah yang akan terus dibakar menjadi energi. Tubuh tidak perlu sampai memecah protein dari massa otot untuk dijadikan energi. Oleh karena itu, bagi yang gemuk dan obesitas, pembakaran lemak inilah yang akan berdampak baik bagi tubuhnya.

Sayangnya penurunan berat badan ini kadang tidak terjadi sama sekali atau terjadi kenaikan yang justru drastis setelah berpuasa. Perlu diketahui, berpuasa Ramadhan memang dapat memberikan dampak penurunan berat badan, namun penurunan berat badan untuk jangka panjang bagi orang yang gemuk dan obesitas harus disertai dengan perubahan gaya hidup (pola makan dan aktifitas fisik) yang konsisten. Sehingga pada masa berpuasa diharapkan agar setiap individu yang menjalaninya mampu mengontrol pola makan dengan baik.

Berikutnya NutriCare akan membagikan tips mengontrol pola makan selama bulan puasa, nantikan ya!

Leave a Reply