Mengenal Komposisi Tubuh dan Bagaimana Mengukurnya?

Obesitas adalah kondisi saat lemak dalam tubuh berlebihan.(1) Salah satu metode untuk menentukan apakah seseorang obesitas atau tidak adalah menghitung indeks massa tubuh (IMT). IMT adalah berat badan (BB) seseorang dibagi dengan tinggi badan (TB) kuadrat (BB/TB2). Satuan yang digunakan untuk BB dan TB masing-masing adalah kilogram dan meter.(2) Menurut indikator World Health Organization (WHO), seseorang tergolong obesitas apabila IMT > 30 kg/m2.(1) 

Banyak fasilitas kesehatan yang menggunakan IMT karena mudah, cepat, dan murah.(2) IMT dapat memberikan sedikit gambaran lemak tubuh seseorang. Semakin tinggi IMT seseorang, semakin banyak pula lemak tubuhnya.(3) Selain sebagai prediksi komposisi lemak, IMT juga digunakan sebagai indikator untuk peningkatan risiko terkena penyakit penyakit yang diakibatkan kelebihan kadar lemak tubuh.(2)

Meskipun IMT memiliki banyak kelebihan, IMT tidak dapat dijadikan satu-satunya metode penentuan obesitas. Hal ini karena IMT tidak mampu memberikan informasi seberapa banyak lemak tubuh seseorang.(4) Perhitungan IMT tidak bisa digunakan oleh semua individu terutama atlet dan ibu hamil. Penggunaan IMT kurang tepat untuk atlet karena banyak atlet bertubuh besar yang tegolong obesitas berdasarkan IMT, namun komposisi tubuh mereka lebih banyak otot dibanding lemak.(2) Sedangkan untuk ibu hamil, IMT kurang tepat digunakan karena ibu hamil mengalami peningkatan berat badan akibat adanya janin yang terus berkembang di dalam rahimnya. Apabila dilakukan perhitungan IMT, hasilnya pasti melebihi normal.(5)

Mengingat keterbatasan yang dimiliki oleh IMT, perlu dilakukan metode pengukuran lain untuk menentukan obesitas dan kadar lemak total secara spesifik. Metode disini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komposisi tubuh seseorang. Artikel kali ini akan membahas lebih dalam mengenai apa saja komposisi tubuh dan bagaimana cara mengukurnya.

Sumber gambar: Freepik

Apa itu Komposisi Tubuh?

Komposisi tubuh adalah ukuran dari empat bagian yang membentuk tubuh secara keseluruhan. Bagian tersebut terdiri atas lemak, otot, air, dan tulang.(6) Setiap bagian memiliki fungsi dan nilai normalnya masing-masing.

1. Lemak

Berdasarkan letak distribusinya, lemak tubuh dibedakan menjadi dua yaitu:

A. Lemak subkutan

Lemak subkutan adalah lemak yang terletak di bawah kulit. Ketika kita mencubit kulit kita (terutama bagian lengan atas dan perut), kita akan merasakan lapisan lunak yang merupakan lemak subkutan.(7) Lemak subkutan berfungsi sebagai bantalan otot dan tulang yang melindungi seseorang dari benturan dan jatuh. Lemak subkutan juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh kita sehingga kita tetap hangat di daerah dingin.(8)

B. Lemak viseral

Lemak viseral adalah lemak yang terletak di antara organ dalam perut. Lemak ini tidak bisa kita sentuh secara langsung seperti lemak subkutan.(7) Lemak viseral berfungsi melindungi organ bagian dalam dari benturan.(9)

Gambar 1. Kategori Penilaian Persentase Lemak Tubuh Orang Asia
Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia(10)

Gambar 1 menunjukkan bahwa terdapat 4 kategori penilaian lemak tubuh yaitu underfat, standard minus atau standard plus, overfat, obese yang masing-masing ditandai oleh warna biru, hijau, kuning, jingga. Underfat adalah kondisi saat lemak tubuh di bawah rentang nilai yang sehat. Standard minus atau standard plus berarti lemak tubuh berada dalam rentang nilai yang sehat. Overfat berarti lemak tubuh di atas rentang nilai yang sehat. Obese berarti lemak tubuh jauh melebihi rentang nilai yang sehat.(10) Persentase lemak tubuh normal untuk pria Asia berusia 18-39 tahun berkisar 11-21%. Wanita Asia berusia 18-39 tahun dianggap memiliki lemak tubuh yang normal jika lemak tubuhnya berkisar 21-34%. Semakin tua usia seseorang, maka lemak tubuhnya akan semakin meningkat.(10)

Kadar total lemak tubuh dianjurkan pada rentang normal baik untuk laki-laki dan perempuan. Hal ini dikarenakan ketidaseimbangan kadar total lemak dapat berdampak pada kesehatan tubuh. Rendahnya lemak tubuh dapat mengakibatkan oligomenorrhea atau gangguan menstruasi yang ditandai dengan siklus menstruasi > 35 hari. Siklus menstruasi yang normal berlangsung selama 21–35 hari. Lemak tubuh diperlukan untuk membuat hormon reproduksi wanita seperti hormon estrogen. Jika lemak tubuh tidak memadai, maka kadar hormon estrogen akan rendah dan menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi.(11)

Lemak tubuh yang berlebih, terutama lemak viseral, juga membawa dampak negatif. Lemak tubuh yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, salah satunya adalah diabetes mellitus tipe 2. Lemak viseral rentan melepaskan asam lemak bebas ke dalam sirkulasi darah sehingga meningkatkan timbunan lemak ektopik. Lemak ektopik adalah lemak yang letaknya bukan di dalam jaringan lemak, melainkan di otot, hati, atau pankreas. Kondisi tersebut dapat mengganggu produksi hormon insulin atau sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin yang merupakan pencetus penyakit diabetes mellitus tipe 2.(12)

2. Otot

Terdapat tiga jenis otot di dalam tubuh yaitu otot rangka, otot jantung dan otot polos. Seiring berjalannya usia, massa dan kekuatan otot terus mengalami penurunan. Setelah berusia 30 tahun, seseorang kehilangan massa otot sekitar 3-5% per dekade. Kebanyakan pria kehilangan sekitar 30% massa otot di sepanjang hidupnya.(14)  Kehilangan massa dan kekuatan otot dapat berpengaruh pada kesehatan tubuh. Kondisi ketika tubuh kehilangan massa dan kekuatan otot, terutama otot rangka, secara terus-menerus akibat penambahan usia disebut sarkopenia. Sarkopenia ditandai dengan lemah otot, mudah jatuh, jalan lambat, dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Sarkopenia menjadi kondisi serius karena mengurangi kemampuan melakukan aktivitas sederhana (misal menaiki tangga atau mengambil kursi) dan meningkatkan disabilitas seseorang.(15)

A. Otot rangka

Sebagian besar otot di tubuh kita merupakan otot rangka. Berat otot rangka sekitar 30-40% dari total BB. Otot ini melekat di seluruh tulang yang ada di tubuh kita karena adanya jaringan yang disebut tendon. Otot ini bekerja sesuai dengan perintah kita. Ini berarti kita bisa mengontrol kapan dan bagaimana otot ini bekerja. Contohnya jika kita ingin mengambil buku di atas rak, kita dapat menggerakkan otot rangka yang berada di leher, lengan, dan bahu.(13)

B. Otot jantung

Otot jantung adalah otot yang letaknya hanya ada di jantung. Otot ini berfungsi untuk membantu jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Otot ini bekerja secara otomatis. Dengan kata lain, kita tidak dapat mengatur kapan dan bagaimana otot ini bekerja.(13)   

C. Otot polos

Otot polos adalah otot yang membentuk organ, pembuluh darah, saluran pencernaan, dll. Sama seperti otot jantung, otot polos juga bekerja secara otomatis yang artinya kita tidak bisa mengendalikan kapan dan bagaimana otot ini bekerja. Misalnya otot polos pada sistem perkemihan membantu kita membuang limbah dan racun dalam tubuh  dengan menghasilkan urin.(13)  

3. Air/ Cairan

Cairan tubuh adalah zat yang terdiri dari air dan zat terlarut seperti elektrolit serta mineral. Cairan tubuh terdiri dari dua bagian utama yaitu cairan di dalam sel dan cairan di luar sel. Cairan di dalam sel sekitar 2/3 dari cairan tubuh, 1/3 sisanya merupakan cairan di luar sel. Air yang ada pada cairan tubuh dapat berpindah dari dalam sel menuju luar sel maupun sebaliknya.(16)

Air merupakan sumber kehidupan yang memiliki banyak fungsi untuk tubuh manusia. Pertama, air berfungsi menjaga volume darah dalam tubuh. Air juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh normal melalui penguapan keringat dari kulit untuk mengurangi panas tubuh. Ketiga, air bertindak sebagai pelumas dan bantalan di sekitar sendi dan di dalam mata. Selain itu, air berfungsi sebagai pelarut untuk vitamin, mineral, glukosa (gula darah), dan banyak molekul kecil lainnya.(4)

Keseimbangan air dalam tubuh harus selalu dijaga dengan memperhatikan jumlah air yang masuk dan keluar. Air masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman. Reaksi metabolisme juga bisa menghasilkan air di dalam tubuh. Sebagian besar air tersebut dikeluarkan melalui urin dan keringat. Air juga bisa dikeluarkan melalui uap air ketika menghembuskan nafas. Selain itu, air keluar bersamaan dengan zat sisa makanan lainnya dalam bentuk feses.(4) Persentase total air tubuh untuk pria dan wanita normalnya masing-masing 50-65% dan 45-60%.(17)

Apabila seseorang kehilangan banyak cairan, maka orang tersebut berisiko mengalami dehidrasi. Tanda pertama dari dehidrasi adalah rasa haus. Jika seseorang gagal memperoleh air untuk mengatasi rasa haus, tanda dehidrasi akan semakin parah. Tanda tersebut meliputi kelelahan, kehilangan nafsu makan, mulut kering, sulit berkonsentrasi, kehilangan keseimbangan, pingsan dan lain-lain. Tanda dehidrasi juga bisa dilihat dari warna urin. Semakin pekat warna urin, maka semakin parah dehirasi yang dialami.(4)

4. Tulang

Tulang memiliki beberapa fungsi. Pertama, tulang berperan sebagai penyangga tubuh kita. Kedua, tulang berfungsi untuk melindungi organ dalam. Misalnya tulang tengkorak melindungi otak dan tulang dada melindungi jantung serta paru-paru. Ketiga, tulang membantu dalam proses gerakan. Seperti yang kita ketahui, otot rangka menempel pada tulang. Ketika otot rangka bekerja, mereka menarik tulang untuk menghasilkan gerakan. Terakhir, tulang sebagai tempat penyimpanan dan pelepasan mineral. Sekitar 99% kalsium dalam tubuh disimpan di dalam tulang. Ketika kalsium dalam darah rendah (hipokalsemia), tulang akan melepaskan kalsiumnya ke dalam darah.(16)

Tabel 1. Kategori Kepadatan Tulang(18)

Kategori Kepadatan TulangNilai T
Normal> -1
Rendah> -2,5 sampai < -1
Osteoporosis<I-2,5

Apabila tulang terus-menerus melepaskan mineralnya ke dalam darah, kepadatan tulang akan menurun. Tabel 1 menunjukkan bahwa terdapat 3 kategori kepadatan tulang berdasarkan nilai T yaitu normal, rendah, dan osteoporosis. Nilai T membandingkan kepadatan tulang kita dengan kepadatan puncak tulang orang rata-rata. Tulang yang normal memiliki nilai T > -1. Nilai T antara -2,5 sampai -1 menunjukkan kepadatan tulang yang rendah atau osteopenia. Seseorang yang memiliki nilai T < -2,5 berarti mengalami osteoporosis.(18)

Osteoporosis dapat mengakibatkan tulang kita rapuh dan mudah patah bahkan hanya karena cedera kecil atau jatuh. Bagian tulang yang rentan patah untuk penderita osteoporosis adalah tulang pinggul. Patah tulang pinggul membuat seseorang sulit untuk berjalan dan beraktivitas sehari-hari. Patah tulang pinggul juga memerlukan waktu yang lama untuk sembuh.(19)

Bagaimana Cara Mengukur Komposisi Tubuh?

Pengukuran komposisi tubuh sangat penting karena mampu memberikan prediksi kebugaran dan kesehatan lebih baik dibandingkan IMT yang hanya menghitung BB dan TB. Pengukuran komposisi tubuh juga memberikan informasi bagaimana komposisi lemak dan otot seseorang. Informasi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan apakah seseorang perlu mengurangi lemak atau menambah massa otot. Selain itu, pengukuran komposisi tubuh dapat mengungkap masalah kesehatan tertentu dan memberikan informasi penentuan pola makan dan olahraga.(20)

 Berikut adalah beberapa cara mengukur komposisi tubuh:

1. Skinfold calipers

Skinfold calipers mengukur ketebalan lemak subkutan saja di lokasi tubuh tertentu misalnya lengan, dada, paha, dan perut. Pengukuran dilakukan dengan cara “mencubit:’ area pengukuran sebanyak 2 kali dan diambil nilai rata-rata. Metode ini merupakan metode paling murah dan mudah. Alatnya pun mudah dibawa ke manapun. Metode ini digunakan untuk memantau lemak tubuh dari waktu ke waktu. Apabila ketebalan lemak subkutan berkurang, maka lemak tubuh berkurang. Selain itu, akurasi metode ini bergantung pada keterampilan pengukur dan lokasi pengukuran semakin banyak.(21)

2. Bioelectrical Impedance Analysis (BIA)

Metode ini mudah, murah, dan tidak melukai. Metode ini mampu mengukur persentase lemak tubuh berdasarkan jenis kelamin, usia, tinggi badan, berat badan, dan kecepatan arus listrik mengalir. Cara kerja metode ini adalah mengalirkan arus listrik yang tidak membahayakan ke dalam tubuh. Lemak dapat menghambat kecepatan arus listrik. Komposisi lemak tubuh yang rendah dapat menghasilkan waktu tempuh arus listrik yang cepat.(6)

BIA banyak dijual di beberapa toko pada marketplace Indonesia. Contoh merek BIA yang biasa digunakan adalah inbody, karada scan, tanita. Saat ini, beberapa produsen menciptakan timbangan pintar atau smart scale. Timbangan tersebut selain untuk menimbang BB, juga bisa mengukur komposisi tubuh. Timbangan ini bisa dihubungkan dengan ponsel pintar menggunakan sinyal wifi atau bluetooth. Hal ini memungkinkan kita untuk menyimpan data pengukuran BB dan komposisi tubuh dari waktu ke waktu dalam bentuk grafik. Namun, keakuratan hasil pengukuran komposisi tubuh pada timbangan ini perlu diteliti lebih lanjut. Hal ini karena Hasilnya bisa saja kurang atau lebih dari nilai yang seharusnya.(22)

3. Hydrostatic weighing

Cara kerja metode ini dimulai dengan menenggelamkan seluruh tubuh ke dalam air. Kita diharuskan menghembuskan udara sebanyak mungkin lalu tinggal di bawah air selama beberapa detik untuk memperoleh hasil pengukuran komposisi tubuh. Metode ini lebih akurat dan sering digunakan oleh atlet maupun program penelitian. Namun, metode ini tidak mudah, mahal, dan memberatkan klien.(6)

4. Dual Energy X-ray Absorptiometry (DEXA)

Metode ini menilai komposisi tubuh dengan radiasi untuk membedakan lemak, otot, total air, dan kepadatan tulang. Metode ini tidak sesulit hydrostatic weighing dan hasilnya paling akurat dibanding metode lain karena dapat menentukan komposisi tubuh lebih lengkap tidak hanya massa otot dan lemak. Namun, harga pengukurannya jauh lebih mahal, sehingga lebih dipergunakan untuk tujuan penelitian.(6)

Referensi

  1. WHO. Obesity [Internet]. 2020 [cited 2022 Nov 11]. Available from: https://www.who.int/health-topics/obesity#tab=tab_1
  2. CDC. About Adult BMI [Internet]. 2022 [cited 2022 Oct 23]. Available from: https://www.cdc.gov/healthyweight/assessing/bmi/adult_bmi/index.html
  3. Ilman M, Zuhairini Y, Siddiq A. Correlation between Body Mass Index and Body Fat Percentage. Althea Med J. 2015;2(4):575–8.
  4. Whitney E, Rolfes SR. Understanding Nutrition. 16th ed. Boston: Cengage Learning; 2022.
  5. Asosiasi Pelatihan Kebugaran Indonesia. Keterbatasan Indeks Massa Tubuh (IMT) [Internet]. 2016 [cited 2022 Nov 11]. Available from: https://apki.or.id/keterbatasan-indeks-massa-tubuh/
  6. Nix S. Williams’ Basic Nutrition and Diet Therapy. 15th ed. St. Louis: Elsevier Inc.; 2017.
  7. Harvard Medical School. Taking aim at belly fat [Internet]. 2021 [cited 2022 Oct 24]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/taking-aim-at-belly-fat
  8. Cleveland Clinic. Subcutaneous Fat [Internet]. 2022 [cited 2022 Nov 12]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23968-subcutaneous-fat
  9. Cleveland Clinic. Visceral Fat [Internet]. 2022 [cited 2022 Nov 12]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24147-visceral-fat
  10. Tanita Asia. Body Fat % [Internet]. 2011 [cited 2022 Oct 28]. Available from: https://www.tanita.asia/?_page=understanding&_lang=en&_para%5B0%5D=1
  11. Khaerunnisa S, Safitri DE, Rahayu LS. Abnormal Menstrual Period of Hockey Athlete : Association with Body Fat Percentage and Dietary Fat Intake. Int Conf Soc Determ Heal. 2019;61–5.
  12. Escobedo-de la Peña J, Ramírez-Hernández JA, Fernández-Ramos MT, González-Figueroa E, Champagne B. Body Fat Percentage Rather than Body Mass Index Related to the High Occurrence of Type 2 Diabetes. Arch Med Res. 2020;51(6):564–71.
  13. Cleveland Clinic. Skeletal Muscle [Internet]. 2021 [cited 2021 Nov 13]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/body/21787-skeletal-muscle
  14. Harvard Medical School. Preserve Your Muscle Mass [Internet]. 2016 [cited 2022 Oct 30]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/preserve-your-muscle-mass
  15. Aging in Motion. What is Sarcopenia ? [Internet]. 2021 [cited 2022 Oct 30]. Available from: https://www.aginginmotion.org/about-the-issue/
  16. Tortora GJ, Derrickson B. Principles of Anatomy & Physiology. 16th ed. Hoboken: John Wiley & Sons, Inc; 2021.
  17. Tanita Asia. Total Body Water % [Internet]. 2011 [cited 2022 Oct 29]. Available from: https://www.tanita.asia/?_page=understanding&_lang=en&_para%5B0%5D=2
  18. Harvard Medical School. What’s Your T-Score ? Bone Density Scans for Osteoporosis [Internet]. 2021 [cited 2021 Nov 14]. Available from: https://www.health.harvard.edu/womens-health/whats-your-t-score-bone-density-scans-for-osteoporosis
  19. Australia HD. Osteoporosis [Internet]. 2020 [cited 2022 Oct 30]. Available from: https://www.healthdirect.gov.au/osteoporosis
  20. IMERI FK UI. Body Composition Measurement [Internet]. 2018 [cited 2022 Nov 13]. Available from: https://imeri.fk.ui.ac.id/body-composition-measurement/
  21. British Heart Foundation. What’s The Best Way to Measure Bpdy Fat [Internet]. 2018 [cited 2022 Nov 14]. Available from: https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/nutrition/weight/best-way-to-measure-body-fat
  22. Frija-Masson J, Mullaert J, Vidal-Petiot E, Pons-Kerjean N, Flamant M, D’Ortho MP. Accuracy of smart scales on weight and body composition: Observational study. JMIR mHealth uHealth. 2021;9(4):e22487.