Benarkah mengonsumsi MSG Menyebabkan Penurunan Kecerdasan?

Sumber gambar: Freepik

Tidak sedikit orang khawatir mengonsumsi MSG karena dikabarkan dapat menyebabkan kebodohan, padahal monosodium glutamat adalah asam amino bebas yang paling melimpah di otak. Hal tersebut karena peran glutamat penting untuk pembentukkan belajar dan memori.1 Pada artikel ini, tim Dietela akan menyampaikan fakta-fakta seputar MSG sehingga kamu bisa lebih mindful untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung MSG

Salah satu hal yang sering dianggap membuat MSG menyebabkan kerusakan otak adalah peran glutamat. Glutamat sendiri merupakan salah satu pembawa pesan (neurotransmiter) di dalam otak. Pelepasan glutamat setelah trauma akut memicu mekanisme yang disebut eksitotoksisitas setelah cedera otak. Mekanisme tersebut kemudian menyebabkan cedera saraf, kematian sel, dan kelainan fungsi sel saraf yang masih hidup.2

Asupan rata-rata MSG harian di negara maju diperkirakan sebesar 0,3 – 1,0 gram.3 Terdapat penelitian yang menyatakan bahwa asupan rata-rata MSG harian tersebut berpotensi untuk merusak sel saraf (neuron) dan memiliki dampak buruk bagi perilaku.4 Namun, berbagai penelitian lainnya menunjukkan bahwa MSG tidak merusak otak. Hal tersebut karena konsumsi MSG dari makanan tidak mengakibatkan peningkatan glutamat darah dalam jumlah yang berarti.

Selain itu, sawar darah-otak (blood-brain barrier) yang membatasi berbagai zat yang dapat keluar dan masuk otak akan membatasi masuknya glutamat dari darah ke otak. Oleh karena itu, asupan MSG dari makanan tidak menyebabkan peningkatan kadar glutamat otak sehingga tidak menghasilkan kerusakan otak ataupun penurunan kecerdasan pada otak manusia.5

Penelitian-penelitian yang menujukkan MSG dapat merusak otak umumnya dilakukan pada hewan dengan menggunakan dosis MSG atau glutamat yang berlebihan. Jumlah glutamat yang diperlukan untuk menyebabkan lesi (kerusakan atau cedera) otak pada tikus sangat besar, sekitar 0,5 gram per kg berat badan. Jumlah tersebut tidak mudah dikonsumsi oleh manusia, karena dapat menyebabkan mual.

Selain itu, glutamat dari makanan seluruhnya dimetabolisme oleh sel usus sebagai sumber energi.1 Glutamat atau MSG dari asupan makanan tersebut hampir tidak ada yang dikirim dari usus langsung ke pembuluh darah atau melewati sawar otak-darah. Oleh karena itu, asupan MSG dari makanan tidak memiliki akses ke otak.6

Lantas, apakah mengonsumsi banyak MSG aman? Tidak juga dong. Ingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Meskipun terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa MSG cenderung tidak menyebabkan kerusakan otak, beberapa sumber menunjukkan bahwa MSG dapat menyebabkan dampak kesehatan lain. Pada beberapa orang, terutama bayi, konsumsi MSG dapat menimbulkan beberapa gejala7,8, yaitu:

1. Sakit kepala
2. Nyeri dada
3. Sulit bernapas
4. Berkeringat
5. Mual dan muntah
6. Peningkatan tekanan darah
7. Jantung berdebar-debar

Untuk mengetahui ada tidaknya MSG atau penyedap rasa dalam makanan, kamu dapat mengecek komposisi label kemasan makanan. Selain tertulis MSG atau monosodium glutamat, terdapat beberapa variasi nama dari MSG atau penyedap rasa lain yang menandakan kandungan penyedap rasa pada produk makanan, seperti: L -glutamic acid, monopotasium glutamat, kalsium glutamat, monoamonium glutamat, magnesium glutamat, disodium guanilat, disodium inosinat, disodium ribonukleotida, dan dinatrium ribonukleotida.9

Editor: Mayesti Akhriani, S.Gz, MSc

Referensi:

  1. Henry-Unaeze HN. Update on food safety of monosodium l-glutamate (MSG). Pathophysiol  Off J Int Soc Pathophysiol 2017; 24: 243–249.
  2. Guerriero RM, Giza CC, Rotenberg A. Glutamate and GABA imbalance following traumatic brain injury. Curr Neurol Neurosci Rep 2015; 15: 27.
  3. Geha RS, Beiser A, Ren C, Patterson R, Greenberger PA, Grammer LC et al. Review of Alleged Reaction to Monosodium Glutamate and Outcome of a Multicenter Double-Blind Placebo-Controlled Study. J Nutr 2000; 130: 1058S-1062S.
  4. Niaz K, Zaplatic E, Spoor J. Extensive use of monosodium glutamate: A threat to public health? EXCLI J 2018; 17: 273.
  5. Fernstrom JD. Monosodium Glutamate in the Diet Does Not Raise Brain Glutamate Concentrations or Disrupt Brain Functions. Ann Nutr Metab 2018; 73: 43–52.
  6. Brosnan JT, Drewnowski A, Friedman MI. Is there a relationship between dietary MSG and [corrected] obesity in animals or humans? Amino Acids 2014; 46: 2075–2087.
  7. Thompson JL, Manore MM, Vaughan LA. The science of nutrition. 4th ed. Pearson: New York, 2017.
  8. Wardlaw GM. Contemporary nutrition: a functional approach. 2nd ed. McGraw-Hill Education: New York, 2012.
  9. New South Wales Food Authority. MSG. https://www.foodauthority.nsw.gov.au/consumer/keeping-food-safe/other-topics/msg (accessed 24 Jan2022).