Solusi Menerapkan Defisit Kalori Meskipun Punya Maag

Pada individu dengan status gizi lebih (kegemukan atau obesitas), dianjurkan untuk menurunkan berat badan mendekati atau mencapai status gizi normal dengan cara melakukan diet atau pengaturan makan dan peningkatan aktivitas fisik. Pengaturan makan untuk mengurangi berat badan identik dengan melakukan defisit kalori dengan cara membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi. Lantas, apakah individu dengan kegemukan atau obesitas yang menderita maag boleh melakukan diet? Jawabannya adalah boleh.

Pada kasus ini, orang yang memiliki masalah kegemukan dan obesitas boleh melakukan diet dengan prinsip defisit kalori.  Tentunya, ada rambu-rambu yang harus diperhatikan untuk melakukan defisit kalori dengan kondisi maag, yaitu:

  1. Pengurangan jumlah makan tidak bisa dilakukan secara drastis
  2. Waktu makan tidak boleh ada yang terlewat. Sebaiknya tetap makan 3 kali sehari dan ada cemilan diantara. Maka itu metode yang tepat adalah metode makan porsi kecil tapi sering (makan sepertiga sampai setengah dari porsi makan biasanya dengan waktu makan setiap 3 jam sekali). 
  3. Upayakan untuk tidak begadang. Disamping meruskan waktu makan, begadang juga dapat membuat tubuh lebih stress sehingga lambung lebih sensitif terhadap makanan yang dikonsumsi. 
  4. Jenis makanan yang dikonsumsi tetap mengikuti prinsip diet lambung (cek artikel Kenali Maag & Solusi Makan Untuk Masalah Maag untuk penjelasan tentang diet lambung).
  5. Wajib didampingi oleh profesional kesehatan di bidang gizi yaitu Ahli Gizi (nutrisionis atau dietisien). Pendampingan Ahli Gizi sangat penting karena melakukan defisit kalori dengan adanya penyakit penyerta perlu dipantau secara khusus agar tidak terjadi masalah kesehatan yang berkelanjutan untuk jangka panjang. 

Jadi bagi kamu yang mengalami maag dan ingin diet defisit kalori jangan ragu untuk melakukan perbaikan pola makan untuk kesehatanmu ya. Tentunya kamu bisa berkonsultasi dengan dietela jika kamu masih memiliki pertanyaan lainnya. Untuk mempermudah dietmu, dietela juga menyediakan personalized meal plan yang akan membuatmu hidupmu lebih mudah dalam menentukan jumlah dan jenis makanan yang mau kamu konsumsi. Yuk cek program Body Goals atau Clinicare dietela jika kamu ingin tahu lebih lanjut soal layanan dietela.

Editor: Rifqah Indri Amalia, S.Gz, M.Sc

Referensi

Cleveland Clinic Medical Professional. 2016. Gastritis. [Online] Available at Https://My.Clevelandclinic.Org/Health/Diseases/10349-Gastritis

D. Y. Graham, A. R. Opekun, M. S. Osato et al. Challenge Model for Helicobacter Pylori Infection in Human Volunteers. Gut. Vol 53, No. 9, Pp. 1235–1243, 2004.  

Kementrian Kesehatan RI. 2011. Brosur Diet Lambung. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Mahan, L. Kathleen., Escott-Stump, Sylvia., Raymond, et al. 2017. Krause’s Food & The Nutrition Care Process. 14th Edition. Mo: Elsevier.

S. M. El-Shoura. Helicobacter Pylori: I. Ultrastructural Sequences Of Adherence, Attachment, And Penetration Into The Gastric Mucosa. Ultrastructural Pathology. Vol 19, No. 4, Pp. 323–333, 1995. 

R. Sharma, C. Young, And J. Neu. Molecular Modulation Of Intestinal Epithelial Barrier: Contribution Of Microbiota. Journal of Biomedicine and Biotechnology. Vol 2010, Article ID 305879, 14 Pages, 2010. 

Su-Lin Lim, Claudia Canavarro, Min-Htet Zar, et al. 2013. Irregular Meal Timing is Associated with Helicobacter Pylori Infection and Gastritis. ISRN Nutrition. Vol 2013, Article ID 2013, Article ID 714970, 7 Pages, 2013.